Bidang
Pendidikan
Bidang yang kini saya tekuni, dan tempat bidang-bidang lain bermuara.
Minat penelitian
- Cognitive offloading: apa yang terjadi pada nalar ketika AI membuat draf pertama dari proses berpikir.1
- Kelas usia campur dengan rotasi stasiun sebagai cara agar satu guru bisa melihat setiap anak.2
- Kepemimpinan dan karakter sebagai hal yang dilatih anak-anak, bukan hanya hal yang dikatakan kepada mereka.3
Mengapa dua program ini
- Education: Research Design & Methodology
- Educational Planning, Economics & International Development
Yang sudah saya kerjakan
- 2026–sekarang Perancang dan koordinator Program Kelas Internasional di SD Hamka. Saya merancang kelas itu dan kini mengoordinasikannya.
- 2026–sekarang Membandingkan praktik dengan beberapa sekolah lain, serta mengikuti lokakarya mengajar dan forum kelas internasional.
- 2025–2026 Pembina Klub Bahasa Arab dan pengajar bimbingan sore di MAN 1 Surakarta, pada kelas internasional Program Keagamaan. Sesi dibuat dialogis, berpusat pada diskusi dan nalar kritis.
- 2022–2025 Pendiri bersama, direktur, dan dosen sebuah pesantren kewirausahaan di Sragen. Program satu tahunnya diperuntukkan bagi peserta usia 17 sampai 27 tahun.
- 2022–2025 Membimbing proyek kewirausahaan yang dijalankan para mahasantri, dan mengoordinasikan program dengan lembaga, perusahaan, dan desa di sekitar pesantren.
- Saya mengajar sejumlah kecil murid lewat ILMI Class.
Yang sedang saya pelajari
- Bagaimana sebuah sekolah dasar bisa menjalankan kelas internasional dengan baik, dengan membandingkan praktiknya dengan sekolah lain.
- Bagaimana menjaga pengajaran tetap dialogis ketika satu guru menghadapi seisi kelas.
Pertanyaan terbuka
- Bisakah satu guru, yang mengawasi seisi kelas sekaligus, mengembangkan anak-anak yang semuanya berbeda?
- Apa yang terjadi pada belajar ketika sebuah alat bisa menyelesaikan pekerjaan si pelajar?
- Kemampuan apa yang memudar ketika kesulitan dirancang hilang, dan bisakah sekolah mengembalikannya?
Catatan dan sumber
-
Memakai alat untuk menghemat usaha berpikir disebut cognitive offloading. Dalam satu eksperimen lapangan, siswa dengan AI tanpa batas lebih baik saat latihan, tetapi lebih buruk saat ujian. Sebuah survei mengaitkan pemakaian AI yang berat dengan nalar kritis yang lebih lemah, meski baru sebatas korelasi. ↑
- Risko, E. F., & Gilbert, S. J. (2016). Cognitive offloading. Trends in Cognitive Sciences, 20(9), 676–688.
- Bastani, H., Bastani, O., Sungu, A., Ge, H., Kabakcı, Ö., & Mariman, R. (2025). Generative AI without guardrails can harm learning: Evidence from high school mathematics. Proceedings of the National Academy of Sciences, 122(26), e2422633122.
- Gerlich, M. (2025). AI tools in society: Impacts on cognitive offloading and the future of critical thinking. Societies, 15(1), 6.
-
Zona perkembangan proksimal Vygotsky adalah apa yang bisa dilakukan anak dengan bantuan, tetapi belum bisa sendiri. Rotasi stasiun adalah satu cara membedakan pengajaran di dalam satu ruang kelas. ↑
- Vygotsky, L. S. (1978). Mind in society: The development of higher psychological processes. Harvard University Press.
- Tomlinson, C. A. (2014). The differentiated classroom: Responding to the needs of all learners (2nd ed.). ASCD.
-
Meta-analisis menunjukkan bahwa nalar kritis dan keterampilan sosial-emosional berkembang lewat pengajaran. Bahwa pendidikan menanggung porsi terbesar adalah penilaian saya, bukan temuan penelitian. ↑
- Abrami, P. C., Bernard, R. M., Borokhovski, E., Waddington, D. I., Wade, C. A., & Persson, T. (2015). Strategies for teaching students to think critically: A meta-analysis. Review of Educational Research, 85(2), 275–314.
- Durlak, J. A., Weissberg, R. P., Dymnicki, A. B., Taylor, R. D., & Schellinger, K. B. (2011). The impact of enhancing students' social and emotional learning: A meta-analysis of school-based universal interventions. Child Development, 82(1), 405–432.