Bidang
Bahasa
Bagaimana pelajar diajar berpikir lewat kata-kata.
Yang sudah saya kerjakan
- 2025–2026 Memimpin Klub Bahasa Arab mingguan tentang kecakapan berbahasa Arab, nalar kritis, dan berpikir inventif. Kami menyusun tulisan Arab dengan Stasis Theory.
- 2025–2026 Mengajarkan empat tingkat membaca sebagai penulis: lectio, enarratio, emendatio, dan iudicium. Kami juga berlatih menyusun ulang kalimat dan paragraf, serta menilai koherensi.
- 2025–2026 Mengajar kursus sintaksis Arab tingkat lanjut untuk kelas internasional dengan siswa non-Indonesia.
- 2022–2025 Mengajar tata bahasa Inggris, serta sintaksis dan morfologi Arab.
- 2020 Mengikuti kelas menulis, Poetic Intelligence Training.
- 2019 Menerjemahkan sebagian dua buku ajar ke bahasa Indonesia: Introduction to Logic karya Copi dan Classical Rhetoric for the Modern Student.
- 2026 TOEFL ITP 587 dari 677, dan TOAFL (Arab) 627 dari 677.
- Penutur asli bahasa Indonesia, Jawa, dan Ngapak, dialek Banyumas dari bahasa Jawa.
Yang sedang saya pelajari
- Saya sedang menulis At-Tajdid fi an-nahwi, buku tentang pembaruan cara sintaksis Arab dipahami dan diajarkan. Belum selesai.
- Saya sedang menulis buku kedua: metode nahwu dan sorof untuk penutur bahasa Indonesia, yang dibangun di atas sintaksis bahasa Indonesia. Ini pun belum selesai.
Pertanyaan terbuka
- Ketika asisten yang menulis kalimatnya, siapa yang sedang berpikir?
- Bisakah sintaksis Arab diajarkan agar pelajar memperoleh kembali dzauq salim, rasa intuitif terhadap makna, dan tidak hanya menghafal kaidah?
- Di mana tata bahasa Indonesia dan Arab bertemu, dan di mana penyatuannya justru merusak keduanya?